Jangan Remehkan Tekanan Angin Ban Yang Kurang

Kondisi angin ban yang tidak sesuai pabrikan akan mengakibatkan ban tersebut cepat aus juga mengakibatkan kendaraan boros dalam penggunaan materi bakar minyak (BBM). Bahkan ban yang kondisi anginnya tidak setandar sanggup memicu konsumsi materi bakar minyak menjadi boros kisaran 5-7 persen.

Kata General Manager Marketing and Sales Retail PT Gajah Tunggal di Jakarta, Arijanto Notorahardjo,” Banyak pengenara yang meghiraukan tekanan udara pada abannya, entah memang ia sengaja menghiraukan, lupa, atau memang ia yang malas ingin menambah tekanan angin. Padahal ini hal yang sangat fital karna mempengaruhi keamanan, tingkat konsumsi BB, serta keausan ban.”

Penilayan ia bahwa saat ba kurang volume aginnya mengakibatkan semakin lebarnya permukaan ban yang bergesekan pribadi dengan permukaan jaanan yang kasar. Akibatnya saat kendaraan tersebut melaju dengan kencang, mengakibatkan ukiran ban terhadap permukaan jalan menjadi lebih keras sehingga ban cepat aus dan juga niscaya lebih menyedot banyak tenaga.

”Dengan kondisi tersebut kemudia kendaraan melaju cepat akan cepat aus karna ban cepat tipis dan kawat-kawat serta komponen pada ban cepat habis” tuturnya.

Selain menciptakan tipis ban kondisi ban yang kurang angin, ban seolah terseret sehingga akan terasa berat. Akibatnya pengendara akan lebih keras menarik gas untuk menambah laju kendaraan yang kesudahannya menambah konsumsi materi bakar minyak

Kata Arjiantio,” Jika terjadi kondisi menyerupai itu memaksa kendaraan untuk lebih banyak mengonsumsi materi bakar yang diharapkan untuk pembakaran di ruang bakar. Penelitian menunjuan keborosan mengenai konsumsi materi bakar mencapai 5-7 persen.”

Selain dampak yang telah dijelaskan, juga berdampak pada ingkungan sekitar, karna didukung dengan borosnya BBM maka gas yang disumbangkan dari hasil pembakaran tersebut juga akan bertambah banyak.