Konsumen Kecewa Ejekan Somasi Terhadap Ford

Ford Motor Indonesia (FMI) mengambil keputusan untuk pergi dari Indonesia. Banyak konsumen yang kecewa dengan hal itu. Bahkan, hingga ada konsumen yng ingin menggugat FMI.

Salah satu pengguna Ford Everst, David Tobing, juga sebagai pengacara derma konsumen mengatakan, beliau mendapat email dua hari kemudian dari FMI soal berjudul ‘Pengumuman Penting dari ford’.

Namun beliau kcewa dengan isi pengumuman tersebut, dikarnakan FMI memutuskan untuk mensetop penjualan dan impor resmi kendaraan Ford.

“keputusan yang diambil Ford sangat tidak sesuai dengan apa yang di promosikan akhir-akhir ini. Terlebih lagi Ford Everest. perusahaan sebesar Ford itu berdasarkan kami telah berbuat semena-mena terhadap konsumen,”kata David dalam surat elektronik.

ketika Ford ingin beroperasi di Indonesia, Ford telah mengikutsertakan surat pernyataan atas jaminan yang diwajibkan Kementerian Perindustrian RI menyatakan bahwa Ford menyanggupi akan menyediakan perawatan perbaikan dan sparepart kendaraan bermotor.

Perjanjian itu juga sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999 Pasal 25 yang menyatakan, “Pelaku perjuangan yang memproduksi barang yang pemanfaatannya berkelanjutan dalam batas waktu sekurang�-kurangnya 1 (satu) tahun wajib menyediakan sparepart dan/atau akomodasi purna jual dan wajib memenuhi jaminan atau garansi sesuai dengan yang diperjanjikan.”

David menambahkan, dengan berhentinya Ford di Indonesia maka akan berdampak pada konsumen. Karna harga awal yang telah diraih konsumen akan mengalami penurunan yang dasyat, disisi lain harga sparepart akan naik dan mekanik sudah terpecah fokusnya utuk kendaraan beroda empat Ford lagi. Seharusnya Ford berkonsultasi terlebih dahulu kepada masyarakat dan menceritakan apa hambatan yang dialaminya. Karna penjualan juga kan kesepakatan dua belah pihak, bukan hanya sepihak saja yang sewena-wena eksklusif mensetop oprasinya.

“Rencana saya akan mengajukan somasi dala waktu erat ini, bila memang Ford tidak eksklusif mengambil langkah-langkah yang nyata yang melibatkan regulator untuk melindungi konsumennya. Semua pelayanan dan pernyataan yang di unggah oleh Ford dalam situs tersminya belum dapat dijadikan sebuah jaminan bila memang belum diketahui serta disetujui oleh pemerntah dan dari konsumen tentunya,” tuturnya.